aku melihatmu
dikala senja berpaut malam
tapi kau terbang
seperti burung kutilang hendak pulang
kemana kau pulang, sayang
rumah tuamu sudah kau kosongkan
atau kau sedang mencari jalan?
aku kembali melihatmu
di singgasana hujan
di antara awan terluka
seperti wajah malaikat duka
kapan kau berada disana, sayang
awanmu begitu tinggi
atau haruskah aku mendongak seperti ketika
aku bercengkerama pada malam?
sayang, kemana kau berjalan
Jumat, 04 Mei 2012
Hanya Aku
apa yang tersembunyi di balik kata?
dalam puisi yang tak bernyawa
yang membawa teka teki
yang membuat seorang gadis memaki
apa itu makna?
yang penuh terka
yang menelusup setiap kata
tak biarkanku mengeja
apa itu ikhlas?
yang tanpa dendam
yang tak perlu mengutuk malam
hanya butuh diam
hanya butuh diam
apa itu cinta?
yang dibilang punya tahta
yang katanya bahagia
tapi tak beraga
lalu apa itu aku?
yang hanya aku
yang tak bisa mengaku
aku
Senin, 09 April 2012
Sajak di Utara
aku tak pernah membasuh wajahku dalam beningnya arah
utara mengayun di kebisuan tuna
wicara pada hari dingin
selendangmu masih terpaut di sampanku
sampan yang hampir patah di tengah
jalanku di lautan ini adalah bongkahan rindu
pada kosong
aku tak memalingkan wajahku pada arah
kecuali barat yang menepuk
pendengaranku dikala waktu sudah melaju
nafasku masih ada dijemarimu
yang katup seperti bunga pemakan serangga
atau kita sedang bersandiwara?
ahhh
metafora berlebihan, utara
utara mengayun di kebisuan tuna
wicara pada hari dingin
selendangmu masih terpaut di sampanku
sampan yang hampir patah di tengah
jalanku di lautan ini adalah bongkahan rindu
pada kosong
aku tak memalingkan wajahku pada arah
kecuali barat yang menepuk
pendengaranku dikala waktu sudah melaju
nafasku masih ada dijemarimu
yang katup seperti bunga pemakan serangga
atau kita sedang bersandiwara?
ahhh
metafora berlebihan, utara
Langganan:
Postingan (Atom)